Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Berita

Haris Pertama Ingatkan Pejabat Jangan Abai Nurani Rakyat

13
×

Haris Pertama Ingatkan Pejabat Jangan Abai Nurani Rakyat

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang peserta aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8), yang terlindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya.

“KNPI berduka cita atas jatuhnya korban jiwa. Ini musibah yang menyayat hati kita semua. Dalam demokrasi, menyampaikan aspirasi adalah hak rakyat dan tidak seharusnya berakhir dengan korban nyawa,” kata Haris dalam keterangan resminya, Jumat (29/8).

Haris menghimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Energi generasi muda harus diarahkan untuk membangun bangsa, bukan diseret ke dalam tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun negara,” ujarnya.

Meski demikian, Haris menilai tragedi ini tidak lepas dari kebijakan elit politik yang kerap jauh dari suara rakyat. Ia mengingatkan para menteri dan anggota DPR agar lebih peka terhadap kondisi masyarakat.

“Rakyat sedang berjuang di tengah kesulitan ekonomi, tapi justru pejabat sering membuat kebijakan yang tidak populer dan melukai hati rakyat. Sikap seperti ini sama saja mencoreng nama baik Presiden Prabowo yang sedang berjuang keras membangun bangsa,” tegasnya.

Menurut Haris, pejabat negara harus mampu membaca denyut nadi masyarakat. Kebijakan yang hanya berpihak pada kepentingan elit akan memperlebar jarak pemerintah dengan rakyat sekaligus mengancam kepercayaan publik.

“Kalau pejabat tidak peka, rakyat akan marah. Padahal, kepercayaan rakyat adalah modal utama Presiden Prabowo dalam membawa Indonesia menuju kejayaan. Jangan sampai langkah besar Presiden terhambat oleh ulah menteri atau DPR yang abai pada nurani rakyat,” ujarnya.

KNPI berharap tragedi 28 Agustus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Demokrasi harus dijaga dengan dialog, kebijakan berkeadilan, serta empati pemimpin terhadap penderitaan rakyat.

“Jangan pernah jauh dari nurani rakyat. Karena rakyat bukan sekadar angka dalam survei, tapi denyut kehidupan bangsa ini. Hanya dengan berpihak kepada rakyat, kita bisa menjaga stabilitas dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Haris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *