Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Berita

Saham BUMI Sempat Koreksi Dalam, Namun Kembali “Reborn” di Tengah Volatilitas IHSG

62
×

Saham BUMI Sempat Koreksi Dalam, Namun Kembali “Reborn” di Tengah Volatilitas IHSG

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id, Jakarta – Pergerakan pasar saham Indonesia pada perdagangan hari ini berlangsung volatil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 8.886,07 atau turun 0,57 persen, setelah sempat mengalami tekanan jual tajam secara intraday sebelum akhirnya mencatatkan rebound terbatas menjelang penutupan.

Analis Jaringan Media Pemuda Indonesia (JAMPI), Yudi Suparta, menilai koreksi IHSG dipicu oleh tekanan jual masif yang terjadi hampir merata di pasar. Meski demikian, aktivitas beli masih terlihat di level harga bawah.

Baca juga: Saham MINA Terus Memanas, Dukungan Investor Ritel dan Asing Menguat

“Tekanan jual hari ini cukup signifikan dan sempat memicu penurunan tajam IHSG. Namun, rebound yang terjadi menunjukkan masih adanya kepercayaan investor untuk melakukan akumulasi selektif di harga diskon,” ujar Yudi Suparta.

Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham sektor energi tersebut sempat mengalami koreksi dalam dengan tekanan jual kuat, bahkan menyentuh area terendah di kisaran 406, sebelum akhirnya bangkit dan ditutup di level 444 atau melemah 3,90 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Menurut Yudi, pergerakan BUMI mencerminkan karakter saham berisiko tinggi dengan volatilitas besar, namun tetap memiliki minat transaksi yang kuat.

“BUMI sempat mengalami sell-off cukup dalam, namun menariknya mampu rebound cepat. Ini menandakan adanya respons beli yang agresif di area bawah. Secara psikologis, ini bisa disebut sebagai fase ‘reborn’ setelah tekanan ekstrem,” jelasnya.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi saham BUMI mencapai 77,59 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp3,44 triliun. Angka tersebut mengindikasikan tingginya minat pelaku pasar, meski kondisi pasar secara umum masih berada dalam tekanan.

Yudi menambahkan, selama harga BUMI mampu bertahan di atas area support psikologis 400, peluang pergerakan teknikal jangka pendek masih terbuka. Namun demikian, risiko volatilitas tetap perlu diwaspadai.

“BUMI masih menarik untuk trader agresif, namun investor tetap perlu disiplin dalam manajemen risiko. Pasar saat ini belum sepenuhnya stabil,” tegasnya.

Secara umum, JAMPI menilai pasar saham Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi. Oleh karena itu, kehati-hatian serta selektivitas menjadi kunci utama bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *