Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Olahraga

Atlet Paralimpiade Ni Nengah Widiasih Kembangkan Usaha Kuliner, Siapkan Masa Depan dari Bonus Pemerintah

5
×

Atlet Paralimpiade Ni Nengah Widiasih Kembangkan Usaha Kuliner, Siapkan Masa Depan dari Bonus Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id, Jakarta — Anggapan bahwa masa depan atlet suram ditepis oleh atlet para-powerlifting kebanggaan Indonesia asal Bali, Ni Nengah Widiasih. Baginya, menjadi atlet justru menjadi berkah yang membuka banyak peluang dalam perjalanan hidupnya hingga saat ini.

Menurut Ni Nengah, perhatian pemerintah terhadap atlet kini semakin baik dan nyata. Berkat bonus yang diterima, peraih dua medali Paralimpiade tersebut mulai memperluas kiprahnya ke dunia usaha kuliner sebagai langkah menyiapkan masa depan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Ni Nengah Widiasih resmi membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar, pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia menjelaskan, usaha tersebut berangkat dari latar belakang keluarganya yang memiliki keahlian memasak, khususnya sang ayah yang dikenal piawai mengolah masakan khas Bali, termasuk babi guling.

Selain mengembangkan potensi keluarga, usaha ini juga menjadi cara bangkit dari duka setelah kepergian sang ibu. “Keluarga saya memang jago masak, terutama bapak. Jadi kenapa tidak kita kembangkan? Sekalian supaya bapak punya kesibukan setelah ibu saya meninggal,” ujarnya.

Keinginan membuka usaha sebenarnya telah lama ada, namun pencarian lokasi baru dilakukan secara serius sejak akhir 2024. Setelah melalui berbagai pertimbangan, lokasi yang tepat justru ditemukan pada akhir 2025 saat ia mulai pasrah menghentikan pencarian. “Saya sempat bilang tidak usah cari lagi. Kalau memang rezeki pasti datang. Ternyata di akhir 2025 dapat info tempat ini dan langsung cocok,” tuturnya.

Usaha ini menjadi bisnis pertamanya bersama sang kakak. Ni Nengah mengakui bahwa dunia kuliner memiliki tantangan yang berbeda dibanding dunia olahraga maupun investasi properti yang sebelumnya ia kenal. Ia baru menyadari kompleksitas pengelolaan rumah makan setelah terjun langsung. “Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat,” katanya.

Sebagai atlet dengan prestasi internasional, yakni medali perunggu Paralimpiade Rio 2016, perak Paralimpiade Tokyo 2020, serta finis kelima di Paralimpiade Paris 2024, Ni Nengah menyadari bahwa karier atlet memiliki batas waktu. Karena itu, usaha kuliner ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang. “Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Ni Nengah menekankan bahwa tujuan utamanya bukan semata keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan bagi orang lain. Ia ingin kesuksesan yang diraih dapat dirasakan bersama. “Saya tidak mau sukses sendirian. Kalau kita diberi rezeki lebih, jangan disimpan sendiri. Punya satu atau dua karyawan saja itu sudah sangat berarti,” ungkapnya.

Nama “Men Bingin” yang disematkan pada rumah makannya diambil dari nama belakang almarhum ibunya sebagai bentuk penghormatan. Seluruh masakan diracik langsung oleh sang ayah, yang menurutnya memasak dengan penuh cinta layaknya untuk keluarga sendiri. “Semoga yang datang bisa merasakan cinta di setiap masakan itu,” harap Ni Nengah.

Dari perjalanan hidup yang penuh perjuangan hingga menembus panggung dunia, Ni Nengah kembali menunjukkan semangat juangnya. Kini, ia tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga membangun harapan melalui usaha yang dirintisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *