Suarapemuda.id, MEDAN — Dewan Pimpinan Wilayah Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (DPW FP NTT) Sumatera Utara resmi tercatat sebagai organisasi kemasyarakatan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Status tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Pelaporan Keberadaan Ormas Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara oleh Kepala Badan Kesbangpol Sumatera Utara, Mulyono, kepada Ketua DPW FP NTT Sumut, Devis Abuimau Karmoy, Selasa (18/8/2026).
Penyerahan berlangsung di Kantor Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 361, Medan. Devis hadir bersama Mifta Fariz Boli Malakalu, diaspora asal Larantuka, Nusa Tenggara Timur, yang mewakili pengurus DPW FP NTT Sumut.
Ketua DPW FP NTT Sumut, Devis Abuimau Karmoy, mengatakan legalitas tersebut menjadi langkah penting bagi organisasi untuk memperluas kontribusi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
“Secara resmi hari ini kami memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumatera Utara. Dengan diketahuinya organisasi ini oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tentu saja Forum Pemuda NTT kini menjadi ormas yang dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara inklusif,” kata Devis dalam keterangannya.
Menurut Devis, legalitas tersebut menjadi pijakan bagi FP NTT Sumut untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah.
FP NTT Sumut, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan bagi pembangunan daerah.
Ia juga menilai keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki karakter yang sejalan dengan kondisi sosial masyarakat Sumatera Utara yang juga dikenal memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.
“NTT dikenal dengan negeri pluralisme, memiliki beragam seni dan budaya, bahasa dan adat istiadat yang secara sosiologi memiliki kemiripan dengan masyarakat Sumatera Utara. Karena itu, keberadaan warga Nusa Tenggara Timur dipastikan akan ikut merawat kebinekaan di Sumatera Utara,” ujarnya.
Kesbangpol Dorong FP NTT Rawat Kerukunan
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumatera Utara, Mulyono, menyambut baik keberadaan FP NTT di wilayah Sumatera Utara.
Mulyono mengajak warga NTT yang berada di Sumatera Utara untuk turut menjaga kerukunan serta memperkuat hubungan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat berbasis komunitas daerah seharusnya menjadi wadah untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan, bukan menjadi sumber konflik berdasarkan identitas kedaerahan.
“Fungsi Forum (FP NTT) di Sumut diharapkan dapat menyatukan perbedaan sehingga tidak menimbulkan konflik kedaerahan,” kata Mulyono.
Dengan terdaftarnya FP NTT Sumut di Kesbangpol, organisasi tersebut diharapkan dapat menjalankan kegiatan secara lebih terarah dan memiliki ruang yang lebih luas untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Keberadaan FP NTT Sumut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan masyarakat, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Provinsi Sumatera Utara.













