Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Uncategorized

Prabowo Tekankan Kemandirian Nasional, Luthfi Zainul Arifin: Pemuda Harus Jadi Penggerak Pembangunan

36
×

Prabowo Tekankan Kemandirian Nasional, Luthfi Zainul Arifin: Pemuda Harus Jadi Penggerak Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Luthfi Zainul Arifin
Luthfi Zainul Arifin

Suarapemuda.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, pembangunan manusia, serta kesejahteraan rakyat. Pidato tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah pembangunan Indonesia ke depan, Jum’at ( 14/8/2026 ).

Menanggapi pidato tersebut, Luthfi Zainul Arifin, S.Kom. Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Nusantara (PB IKA BEMNUS) , selaku Koordiv Pemuda dan Olahraga, menilai bahwa agenda pembangunan nasional harus memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus menjadi subjek dan penggerak pembangunan melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, pertanian modern maupun olahraga,” ujar Luthfi.

Menurutnya, kebijakan hilirisasi, investasi dan pembangunan ekonomi harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kompetensi generasi muda. Bonus demografi, kata Luthfi, harus dikelola menjadi kekuatan ekonomi dan sosial bangsa.

Luthfi juga menilai pembangunan olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kepemimpinan, kesehatan dan persatuan generasi muda.

Ia mengapresiasi arah kebijakan pemerintah, namun menegaskan bahwa masyarakat sipil dan organisasi kepemudaan tetap harus menjalankan fungsi pengawasan.

“Kami mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tetapi dukungan harus disertai pengawasan. Ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya kebijakan, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Luthfi berharap momentum 81 tahun kemerdekaan menjadi kesempatan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dunia usaha, akademisi dan masyarakat sipil.

“Pemuda harus berhenti menjadi penonton. Kalau Indonesia sedang membangun kemandirian pangan, energi, industri dan ekonomi, maka pemuda harus hadir sebagai pelaku dan bagian dari solusi,” pungkas Luthfi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *