Suarapemuda.id, BATUSANGKAR – Ramon Hidayat mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2027–2029 dalam acara Silaturahmi dan Deklarasi yang digelar di Batusangkar, Jumat (23/10/2026).
Deklarasi tersebut menjadi bagian dari langkah Ramon untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan dalam Kongres XXXIII HMI yang dijadwalkan berlangsung di Lampung pada 28 November hingga 11 Desember 2026. Ia memilih Batusangkar sebagai tempat deklarasi karena daerah tersebut menjadi titik awal perjalanan organisasinya di HMI.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum HMI Cabang Batusangkar, Febri Handika, jajaran pengurus, serta para alumni HMI Cabang Batusangkar. Keluarga besar HMI Cabang Batusangkar menyambut pencalonan Ramon dan menyatakan dukungan terhadap langkahnya menuju kepemimpinan PB HMI.
Dapat Dukungan HMI Cabang Batusangkar
Ketua Umum HMI Cabang Batusangkar, Febri Handika, menyampaikan bahwa pencalonan Ramon menjadi kebanggaan bagi kader di daerah. Ia menilai Ramon telah melalui proses kaderisasi dari tingkat komisariat hingga mendapatkan pengalaman berorganisasi di tingkat nasional.
“Ramon adalah kader yang tumbuh dan ditempa di rumah ini. Ia melewati proses kaderisasi dari bawah, mulai dari komisariat hingga memimpin cabang, lalu mengabdi di tingkat nasional. Hari ini, keluarga besar HMI Cabang Batusangkar berdiri satu barisan mendukung penuh langkahnya. Kami percaya Ramon memiliki kapasitas, integritas, dan kedekatan dengan kader untuk membawa PB HMI ke arah yang lebih baik,” ujar Febri.
Dukungan dari daerah asal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ramon dalam mempersiapkan diri menghadapi Kongres XXXIII HMI.
Dorong HMI Menjadi Lokomotif Perubahan
Dalam deklarasinya, Ramon mengusung tema “Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan Lafran Pane: HMI sebagai Lokomotif Kemajuan Umat dan Bangsa.” Tema tersebut menekankan pentingnya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai perjuangan pendiri HMI dalam menghadapi tantangan organisasi dan kehidupan kebangsaan.
Ramon menyebut Batusangkar memiliki arti penting dalam perjalanan organisasinya. Di tempat tersebut, ia mulai memahami makna berhimpun, kaderisasi, dan perjuangan dalam organisasi mahasiswa Islam.
“Hari ini saya berdiri di tanah tempat saya pertama kali belajar arti berhimpun. Dari Batusangkar saya belajar bahwa HMI bukan sekadar organisasi, tetapi rumah kaderisasi, rumah gagasan, dan rumah perjuangan. Dengan mengucap bismillah, saya mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua Umum PB HMI.”
Menurut Ramon, semangat perjuangan Lafran Pane harus diterjemahkan melalui penguatan nilai keislaman, keindonesiaan, keilmuan, independensi, dan pengabdian dalam gerakan HMI masa kini.
“Menghidupkan semangat Lafran Pane bukan berarti kembali ke masa lalu. Artinya kita menghadirkan kembali nilai keislaman, keindonesiaan, keilmuan, independensi, dan pengabdian ke dalam cara kita bergerak hari ini. HMI tidak cukup menjadi bagian dari perubahan. HMI harus menjadi penggerak perubahan. HMI harus menjadi lokomotif.”
Ia juga menegaskan bahwa pencalonannya merupakan ajakan untuk membangun masa depan HMI secara bersama-sama dengan melibatkan kader dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita tidak sedang mencari jabatan, kita sedang mengajak seluruh kader di Indonesia untuk menyiapkan HMI menyambut masa depan. Saya datang bukan untuk berjalan sendiri, tetapi untuk berjalan bersama kader dari Sabang sampai Merauke.”
Empat Agenda Perubahan yang Ditawarkan
Ramon turut memaparkan empat gagasan utama yang menjadi bagian dari visi dan misinya untuk PB HMI periode 2027–2029.
Gagasan pertama adalah HMI Candradimuka, yang diarahkan untuk memperkuat fungsi HMI sebagai ruang pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan kader.
Kedua, HMI Go Digital, yakni mendorong transformasi digital organisasi melalui pengelolaan data dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk pengembangan Satu Data HMI yang terintegrasi secara nasional.
Ketiga, HMI Intellectual Laboratory, dengan memperkuat budaya riset, pusat kajian strategis, serta forum intelektual nasional sebagai ruang pengembangan pemikiran dan gagasan kader.
Keempat, HMI Lokomotif Kemajuan, yaitu menjadikan HMI sebagai penggerak perubahan melalui kaderisasi yang unggul dan gerakan sosial yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui empat gagasan tersebut, Ramon ingin mendorong HMI agar tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Berbekal Pengalaman Organisasi, Luncurkan Buku
Ramon Hidayat lahir pada 7 Juni 1996 dan menyelesaikan pendidikan S1 serta S2 di UIN Batusangkar. Pengalaman organisasinya dimulai sebagai Fungsionaris Komisariat Syariah pada 2016–2017, kemudian berlanjut dengan sejumlah posisi di HMI Cabang Batusangkar.
Ia pernah menjabat Ketua Umum BPL HMI Cabang Batusangkar, Ketua Bidang PA, hingga Pj Ketua Umum HMI Cabang Batusangkar. Di tingkat nasional, Ramon menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI periode 2021–2023 dan saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Komdigi PB HMI periode 2024–2026.
Dalam rangkaian kegiatan deklarasi, Ramon juga meluncurkan buku berjudul “Paripurna Ber-HMI: Refleksi atas Perjalanan, Nilai, dan Masa Depan”. Buku tersebut berisi refleksi mengenai perjalanan organisasi, nilai perjuangan, serta pandangan tentang masa depan HMI.
Dengan bekal pengalaman organisasi dan dukungan dari keluarga besar HMI Cabang Batusangkar, Ramon menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi kepemimpinan PB HMI secara sehat dan bermartabat.
“Kongres adalah ruang gagasan, bukan ruang permusuhan. Siapa pun yang terpilih, HMI harus tetap satu, tetap kuat, dan tetap menjadi lokomotif kemajuan umat dan bangsa.”













