Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
BeritaOlahraga

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup

45
×

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup

Sebarkan artikel ini
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup

Suarapemuda.id, JAKARTA — Empat tahun setelah tragedi Kanjuruhan, sepak bola Indonesia kembali mencatat momen penting pada 1 Oktober 2026. Di tanggal yang sama, Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Tanggal 1 Oktober menjadi momen penting bagi sepak bola Indonesia. Pada 1 Oktober 2022, tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan meninggalkan duka bagi keluarga korban serta masyarakat Indonesia.

Sebelum laga Indonesia kontra Bangladesh dimulai, seluruh pihak yang berada di SUGBK mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.

Setelah penghormatan tersebut, skuad Garuda menjalani pertandingan dengan target kemenangan besar untuk memastikan posisi teratas Grup A. Perjuangan Indonesia berlangsung hingga menit-menit akhir.

Indonesia sempat berada dalam situasi yang belum sepenuhnya aman meski sudah unggul. Kevin Diks kemudian mencetak gol kedelapan pada menit ke-96, disusul Mitchell Baker yang mencetak gol kesembilan pada menit ke-97.

Gol tersebut memastikan Indonesia mengakhiri fase grup sebagai juara Grup A. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin serta memiliki selisih gol +9. Namun, Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 gol berbanding sembilan gol milik Malaysia.

Perjalanan Indonesia di fase grup juga tidak lepas dari sejumlah keputusan wasit yang menjadi sorotan. Saat menghadapi Malaysia pada 28 September, gol Justin Hubner dianulir karena offside tipis. Indonesia kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah kartu kuning Thom Haye berubah menjadi kartu merah usai intervensi VAR.

Pada pertandingan melawan Bangladesh, gol Ole Romeny juga dianulir karena offside.

Ketatnya persaingan Grup A membuat setiap keputusan dan gol menjadi sangat menentukan. Kondisi tersebut turut mendapat perhatian media olahraga Italia, Corriere dello Sport, yang menyoroti perjalanan Indonesia menuju final serta sejumlah keputusan penting dalam pertandingan melawan Malaysia dan Bangladesh.

Media tersebut juga menyoroti perkembangan sepak bola Indonesia yang dinilai terus mengalami perubahan, seiring meningkatnya daya saing tim nasional dan perhatian publik terhadap sepak bola.

Transformasi tersebut menjadi salah satu agenda yang didorong Ketua Umum PSSI Erick Thohir sejak Februari 2023, empat bulan setelah tragedi Kanjuruhan.

Pembenahan tata kelola, profesionalisme, penguatan tim nasional, pembinaan pemain muda, serta pemanfaatan pemain diaspora menjadi bagian dari upaya pengembangan sepak bola nasional.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Corriere dello Sport, Erick menyebut Indonesia sebagai “raksasa yang sedang tidur”. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sepak bola yang profesional dan transparan serta menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu titik balik dalam pembenahan sepak bola Indonesia.

Erick menilai keberhasilan Indonesia mencapai final pada tanggal yang bertepatan dengan empat tahun tragedi Kanjuruhan memiliki makna tersendiri.

“Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final. Bagi saya, ini bukan sekadar tentang menang dan kalah. Ini tentang bagaimana sepak bola Indonesia belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju. Kita harus menjaga ingatan tentang Kanjuruhan sekaligus memastikan sepak bola Indonesia yang kita bangun hari ini jauh lebih profesional, membanggakan dan menjamin keamanan dan kenyamanan para suporter yang mendukung langsung timnas ke stadion,” ujar Erick.

PSSI juga terus membuka ruang bagi pemain keturunan Indonesia yang berkembang di kompetisi maupun akademi sepak bola Eropa. Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Mitchell Baker menjadi sejumlah pemain yang memperkuat skuad Indonesia.

Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *