Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Berita

Prabowo Tekankan Transformasi Nasional, Andri Frediansyah: Teknologi Harus Jadi Motor Industrialisasi

144
×

Prabowo Tekankan Transformasi Nasional, Andri Frediansyah: Teknologi Harus Jadi Motor Industrialisasi

Sebarkan artikel ini
Andri Frediansyah, S.T., Koordinator Divisi Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS)
Andri Frediansyah, S.T., Koordinator Divisi Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS)

Suarapemuda.id, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI menegaskan arah pembangunan nasional pada penguatan kemandirian pangan dan energi, hilirisasi, industrialisasi, pembangunan manusia, serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan, Jum’at (14/8/2026).

Menanggapi pidato tersebut, Andri Frediansyah, S.T., Koordiv Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM NUSANTARA), menilai agenda kemandirian nasional harus dibarengi dengan penguasaan teknologi dan penguatan industri dalam negeri.

“Teknologi harus menjadi motor utama industrialisasi Indonesia. Hilirisasi jangan berhenti pada pengolahan bahan mentah, tetapi harus menghasilkan teknologi, produk bernilai tambah, lapangan kerja, dan industri nasional yang mampu bersaing secara global,” ujar Andri.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, pasar domestik dan generasi muda yang menguasai teknologi. Tantangannya adalah menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dunia usaha dan industri agar menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.

Andri juga menilai reformasi BUMN harus diikuti transformasi teknologi dan peningkatan produktivitas. BUMN perlu menjadi lokomotif hilirisasi dan pengembangan industri strategis nasional, bukan sekadar mengejar efisiensi.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi dan produk negara lain. Indonesia harus mampu menciptakan teknologi, membangun industri dan menghasilkan produk sendiri,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar generasi muda diberikan ruang lebih besar sebagai engineer, inovator, peneliti, entrepreneur dan pemimpin industri masa depan.

PB IKA BEM NUSANTARA, lanjut Andri, siap mendorong kolaborasi antara alumni perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah, akademisi dan dunia industri untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional.

“Ukuran keberhasilan transformasi bukan hanya jumlah kebijakan yang dibuat, tetapi seberapa besar kebijakan tersebut mampu menciptakan teknologi, industri, lapangan kerja dan kesejahteraan bagi rakyat,” pungkas Andri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *