Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Berita

PLN Enjiniring Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Siapkan SDM Siap Kerja

7
×

PLN Enjiniring Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Siapkan SDM Siap Kerja

Sebarkan artikel ini
PLN Enjiniring Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Siapkan SDM Siap Kerja

Suarapemuda.id, Jakarta – PLN Enjiniring terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program “Penguatan Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Peningkatan Sarana Pembelajaran” di SMK Negeri 1 Jakarta, Rabu(27/8/2026).

Program tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, kepada Kepala SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd. Bantuan mencakup peningkatan kompetensi guru dan dukungan sarana pembelajaran untuk memperkuat pendidikan vokasi di lingkungan sekolah.

Penguatan pendidikan vokasi dilakukan untuk memastikan pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Salah satu fokus program adalah peningkatan kompetensi guru Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), khususnya dalam menghadapi perkembangan sektor ketenagalistrikan dan transformasi menuju energi berkelanjutan.

Pelatihan menghadirkan Dian Budhi Santoso, S.T., M.Eng., IPM sebagai narasumber materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang kelistrikan serta Prof. Herri Mulyono, Ph.D. yang memberikan materi mengenai pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pendidikan vokasi.

Penguatan K3 menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan vokasi, terutama pada kegiatan praktik kelistrikan. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami penerapan keselamatan kerja dan memiliki kedisiplinan dalam menjalankan prosedur kerja.

Kepala SMK Negeri 1 Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan kompetensi K3 menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan lulusan SMK agar semakin siap memasuki dunia kerja.

“Kompetensi K3 ini dapat menjadi kompetensi unggulan bagi lulusan SMK. Jadi anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami bagaimana bekerja dengan aman dan sesuai prosedur. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Enjiniring atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan dalam memperkuat kompetensi guru serta kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jakarta. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para guru dan pada akhirnya meningkatkan kesiapan peserta didik dalam memasuki dunia kerja,” ujar Awalusilman.

Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi kompetensi yang diberikan kepada peserta didik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru melalui program tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh siswa.

Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring, Anita Widyastuti, mengatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

“SMK memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk memasuki Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Bapak dan Ibu guru juga perlu terus memahami dinamika serta kebutuhan industri agar kompetensi yang diberikan kepada siswa tetap relevan,” ujar Anita.

Selain peningkatan kompetensi tenaga pendidik, PLN Enjiniring turut memberikan dukungan sarana pembelajaran praktik berupa peralatan KNX. Peralatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung kegiatan pembelajaran praktik di sekolah secara berkelanjutan.

Direktur Utama PLN Enjiniring, Handy Wihartady, menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap transformasi sektor ketenagalistrikan dan energi.

“Sebagai perusahaan enjiniring di sektor ketenagalistrikan dan energi, PLN Enjiniring memandang pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif. Melalui program ini, kami ingin mendorong penguatan kompetensi guru agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan teknologi, budaya keselamatan kerja, serta transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi penting untuk mempersiapkan generasi yang siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Handy.

Melalui program TJSL tersebut, PLN Enjiniring berharap kolaborasi dengan lembaga pendidikan dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang berkualitas, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya K3, penerapan pembelajaran mendalam, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan energi hijau diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan yang kompeten, adaptif, berdaya saing, dan siap memasuki dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja.

Program “Penguatan Pendidikan Vokasi melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Peningkatan Sarana Pembelajaran” menjadi bagian dari komitmen PLN Enjiniring untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *