Suarapemuda.id, Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Indonesia. Memasuki periode rawan kebakaran, pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dan penanganan agar dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi dapat diminimalkan.
Andri Frediansyah, S.T., Koordinator Divisi Teknologi dan Industri Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEMNUS), menilai penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah api membesar. Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen utama dalam membangun sistem deteksi dini dan respons cepat.
“Karhutla bukan sekadar persoalan memadamkan api. Kita harus mampu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Teknologi seperti satelit, drone, sensor lingkungan, penginderaan jauh, dan kecerdasan buatan harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Andri.
Ia mendorong pemerintah untuk membangun sistem data karhutla yang terintegrasi antarinstansi. Data mengenai titik panas, cuaca, kelembapan tanah, kondisi vegetasi, hingga laporan masyarakat harus dapat dipantau secara cepat sehingga petugas dapat menentukan wilayah prioritas dan melakukan tindakan sebelum api meluas.
Andri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia industri, masyarakat, dan generasi muda. Menurutnya, inovasi teknologi karya anak bangsa harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, termasuk pengembangan sistem pemantauan kebakaran berbasis AI, drone pemantau wilayah, serta aplikasi pelaporan masyarakat.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas. Teknologi harus digunakan untuk melindungi hutan, masyarakat, dan masa depan lingkungan Indonesia,” tegasnya.
Sebagai Koordinator Divisi Teknologi dan Industri PB IKA BEMNUS, Andri menegaskan komitmen untuk mendorong kolaborasi dan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap penanganan karhutla dilakukan secara berkelanjutan melalui kombinasi teknologi, data, edukasi masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta penegakan hukum.
“Teknologi untuk Lingkungan, Inovasi untuk Negeri, Hutan untuk Generasi.”













