Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
BeritaOlahraga

Atlet Tunarungu Galang Dana, Kemenpora Beri Penjelasan

4
×

Atlet Tunarungu Galang Dana, Kemenpora Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id, Jakarta — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjelaskan mekanisme dukungan dan pendanaan pemerintah bagi atlet disabilitas, menyusul narasi mengenai atlet tunarungu yang melakukan penggalangan dana secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan internasional. Rabu (2/9/2026).

Plt. Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, mengatakan pemerintah memiliki mekanisme dan ketentuan dalam menyalurkan pendanaan olahraga melalui APBN. Berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan, pendanaan tersebut hanya dapat diberikan kepada organisasi yang secara resmi diakui oleh federasi internasional terkait.

Kemenpora, kata Budi, telah mengikuti dan mencatat rencana keberangkatan atlet tunarungu Indonesia ke Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championship 2026 di Penang. Keberangkatan tersebut diorganisir oleh Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin).

Untuk olahraga tunarungu, federasi internasional yang menaungi adalah International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Di Indonesia, organisasi yang diakui oleh ICSD adalah Indonesian Association of the Deaf Athlete atau Patrin.

“Berdasarkan aturan, hanya organisasi olahraga yang merupakan anggota federasi cabor internasional yang diakui dan bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah,” ujarnya

Budi menyayangkan narasi yang berkembang dan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mendukung pengembangan olahraga disabilitas. Kemenpora juga akan terus memperkuat tata kelola olahraga disabilitas bersama NPC Indonesia.

“Tentu kami akan melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh dengan berpedoman anggaran dasar ICSD serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet disabilitas dilakukan secara berkelanjutan bersama NPC Indonesia.

Salah satunya melalui pembangunan fasilitas latihan olahraga Paralympic Training Center Indonesia di Jawa Tengah. Pemerintah juga memberikan dukungan dalam keikutsertaan atlet pada berbagai ajang olahraga disabilitas internasional.

“Pemerintah juga memberikan dukungan finansial pengiriman atlet di ajang ASEAN Para Games atau Asian Para Games. Bahkan juga penambahan bonus yang ditransfer langsung kepada para atlet yang berprestasi melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *