Suarapemuda.id, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperkuat sinergi untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda Indonesia. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pengembangan sumber daya manusia hingga pemanfaatan fasilitas kedua kementerian. Kamis ( 29/10/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kerja sama ini penting untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, hingga transisi ekonomi hijau.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja, dengan 87 persen di antaranya merupakan lulusan SMA dan SMK. Kondisi tersebut membutuhkan program peningkatan keterampilan agar tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri.
“Sudah seharusnya program kerja Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersinergi,” ujar Yassierli.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Magang Nasional yang memasuki tahun kedua pada 2026. Pemerintah menargetkan 150.000 peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi profesional.
Yassierli menjelaskan, pada pelaksanaan tahun pertama 2025, program tersebut memiliki kuota 100.000 lulusan baru perguruan tinggi. Peserta menjalani program magang selama enam bulan untuk memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta mengembangkan kemampuan teknis dan nonteknis.
Pada pembukaan batch kedua tahun ini, Kemnaker menyediakan 50.000 posisi magang dengan jumlah pendaftar mencapai 350.000 orang.
Menurut Yassierli, program magang menjadi salah satu strategi untuk mempercepat penyiapan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.
“Enam bulan digojlok di tempat mereka magang dan kami melihat sendiri angkatan pertama setelah enam bulan mereka lahir seperti seorang yang benar-benar sudah profesional,” katanya.
Selain Magang Nasional, Kemnaker juga menjalankan program pelatihan vokasi yang menyasar lulusan SMA dan SMK. Program ini menawarkan pelatihan keterampilan praktis dengan durasi dua minggu hingga tiga bulan, mulai dari bidang teknologi, mekanik, kelistrikan, pertanian cerdas, hingga industri jasa.
Pada 2026, program pelatihan vokasi tersebut ditargetkan menjangkau 300.000 peserta. Pemerintah berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan dan sertifikasi, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan di industri.
Kerja sama dengan Kemenpora diharapkan memperluas jangkauan program melalui jejaring kepemudaan dan fasilitas yang dimiliki kedua kementerian.
Dalam MoU tersebut, kedua pihak menyepakati empat ruang lingkup kerja sama, yaitu pengembangan kapasitas SDM, fasilitasi penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, pertukaran data dan informasi, serta pemanfaatan prasarana dan sarana.
Kemnaker sendiri memiliki 43 Balai Pelatihan Vokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program peningkatan keterampilan dan produktivitas masyarakat.
Tak hanya menyasar generasi muda secara umum, Kemnaker juga memperkuat kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Sepanjang 2026, lebih dari 1.000 penyandang disabilitas telah mengikuti pelatihan, sementara pemerintah menargetkan pembangunan Pusat Pelatihan Vokasi Khusus Disabilitas pada 2027.
Yassierli berharap kolaborasi lintas kementerian ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing di tengah perubahan dunia industri.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan talenta muda dapat berjalan lebih terarah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan dan kesempatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.













