Suarapemuda.id Jakarta – PT PLN Enjiniring melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Edukasi Green Energy” bagi guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) se-Provinsi DKI Jakarta. Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Jakarta pada 1 September 2026 tersebut diikuti oleh 51 guru. Program ini menjadi bagian dari upaya PLN Enjiniring memperkuat kapasitas tenaga pendidik vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi energi dan ketenagalistrikan yang semakin pesat.
Mengusung semangat energi terbarukan, ramah lingkungan, hemat dan efisien, serta masa depan berkelanjutan, kegiatan ini mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan praktik di sektor ketenagalistrikan.
Program Edukasi Green Energy juga menjadi bagian dari dukungan PLN Enjiniring terhadap agenda transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Penguatan kompetensi guru dinilai penting mengingat pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri energi masa depan.
Manajer Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PT PLN Enjiniring, Fransiska Sinaga, mengatakan edukasi green energy kepada guru SMK merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi ketenagalistrikan.
“Program Edukasi Green Energy ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN Enjiniring melalui PLN Peduli untuk turut mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Guru SMK memiliki posisi yang sangat strategis karena pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada para siswa dan menjadi bekal mereka ketika memasuki dunia kerja.”
Menurutnya, perkembangan teknologi energi terbarukan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis serta kesadaran terhadap efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan keselamatan kerja.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sharing knowledge, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara PLN Enjiniring dengan MGMP maupun sekolah-sekolah SMK. Dengan demikian, transfer knowledge dari industri ke dunia pendidikan dapat berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran vokasi,” ujarnya.
Perkuat Kompetensi Guru Menghadapi Perkembangan Teknologi Energi
Kegiatan Edukasi Green Energy menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang energi, teknologi fotovoltaik, sistem manajemen energi, serta keselamatan ketenagalistrikan.
Ir. Arnisa Stefanie, S.T., M.T., pakar dan praktisi Sistem Manajemen Energi sekaligus penyusun Modul Smart Energy Management Green School, memberikan materi mengenai manajemen energi di lingkungan sekolah, audit energi sederhana, efisiensi energi, serta penerapan budaya hemat energi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Oktarina Heriyani, S.Si., M.T., pakar teknologi fotovoltaik dan transisi energi, membahas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid dan On-Grid, mulai dari konsep, instalasi, operasi, hingga perawatan sistem PLTS.
Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ir. Dian Budhi Santoso, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., ahli K3 ketenagalistrikan dan green energy, memberikan pemahaman mengenai keselamatan kerja pada sistem kelistrikan berwawasan green energy, mitigasi risiko tegangan DC, bahaya Battery Energy Storage System (BESS), serta risiko arc flash.
Adapun Muhammad Bayu Abdul Gani, S.T., M.Sc., Environmental & Energy Transition Specialist PT PLN Enjiniring, memberikan perspektif mengenai bauran energi nasional, kebijakan transisi energi, Nationally Determined Contribution (NDC), serta arah dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
MGMP Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan PLN Enjiniring
Pembina MGMP Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-Provinsi DKI Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd., menyambut positif pelaksanaan Edukasi Green Energy. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri sangat dibutuhkan untuk memastikan kompetensi guru tetap relevan dengan perkembangan teknologi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Edukasi Green Energy yang dilaksanakan PLN Enjiniring bersama MGMP Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-DKI Jakarta. Perkembangan teknologi kelistrikan saat ini sangat cepat, sehingga guru juga harus terus melakukan upgrading pengetahuan dan keterampilan agar pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.”
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap MGMP dapat terus berkolaborasi dengan PLN Enjiniring, tidak hanya dalam kegiatan sharing knowledge, tetapi juga dalam pengembangan kompetensi, pelatihan, penyusunan bahan ajar, kegiatan praktik, maupun pengembangan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Khususnya di bidang kelistrikan dan teknologi energi terbarukan, kami ingin guru mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru yang kemudian dapat ditransfer kepada para siswa di sekolah.”
Lebih lanjut, Awalusilman menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri akan memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
“Harapannya, guru semakin kompeten, pembelajaran semakin aktual dan berbasis praktik, dan lulusan SMK Teknik Instalasi Tenaga Listrik semakin siap menghadapi perkembangan industri ketenagalistrikan dan era transisi energi,” tambahnya.
Membawa Green Energy ke Ruang Kelas
Melalui kegiatan yang diikuti 51 guru MGMP Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-DKI Jakarta tersebut, PLN Enjiniring berharap pengetahuan mengenai green energy dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan sekolah.
Para guru tidak hanya diharapkan memahami teknologi energi terbarukan, tetapi juga mampu mengembangkan pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning yang mengintegrasikan isu energi bersih, efisiensi energi, teknologi PLTS, manajemen energi, serta budaya keselamatan kerja.
Dengan demikian, edukasi green energy tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diteruskan menjadi pengalaman belajar bagi siswa SMK. Langkah tersebut diharapkan turut mendukung lahirnya sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, inovatif, berwawasan lingkungan, serta siap menghadapi kebutuhan industri energi masa depan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara PLN Enjiniring, PLN Peduli, MGMP, dan satuan pendidikan vokasi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi.
Melalui penguatan kompetensi pendidik dan transfer pengetahuan dari dunia industri ke dunia pendidikan, PLN Enjiniring berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi sekaligus mendorong kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi transformasi energi menuju Net Zero Emission 2060.











