Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
BeritaOlahraga

Sejumlah Cabor Indonesia Dicoret, Krisna Bayu Pertanyakan Prinsip Fair Play SEAGF

4
×

Sejumlah Cabor Indonesia Dicoret, Krisna Bayu Pertanyakan Prinsip Fair Play SEAGF

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id,JAKARTA – Komposisi cabang olahraga SEA Games Malaysia 2027 memunculkan perdebatan setelah sejumlah cabang unggulan Indonesia tidak masuk dalam daftar pertandingan. Kondisi ini mendorong munculnya desakan agar Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mengevaluasi mekanisme penentuan cabang olahraga demi menjaga kesetaraan antarnegara peserta.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu, menilai penyelenggaraan SEA Games seharusnya tidak hanya mengakomodasi kepentingan negara tuan rumah. Menurutnya, ajang olahraga regional tersebut memiliki tanggung jawab untuk menjaga persahabatan, solidaritas, dan persaingan yang sehat.

Krisna menegaskan bahwa persoalan pencoretan cabang olahraga bukan sekadar soal berkurangnya peluang medali. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kesempatan atlet untuk berkompetisi, keberlanjutan pembinaan, serta masa depan olahraga di Asia Tenggara.

“SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah,” ujar Krisna dalam keterangannya.

Ia pun mempertanyakan sejauh mana keputusan tuan rumah dan SEAGF telah mempertimbangkan kepentingan seluruh negara peserta. Krisna juga membuka ruang diskusi mengenai langkah yang perlu diambil Indonesia, mulai dari sikap diplomatik hingga kemungkinan boikot dan reformasi organisasi.

“Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?” katanya.

Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Indonesia tidak tercantum dalam program SEA Games 2027. Cabang-cabang tersebut antara lain panjat tebing, dayung, dan voli pantai. Selain itu, nomor beregu putra dan putri bulu tangkis juga tidak dipertandingkan.

Berdasarkan hasil rapat Executive Committee SEAGF pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 di Malaysia akan mempertandingkan 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor. Angka itu lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan di Thailand pada 2025 yang menghadirkan sekitar 50 cabang olahraga dan 573 nomor pertandingan.

Selain sejumlah cabang unggulan Indonesia, daftar olahraga yang tidak dipertandingkan juga mencakup gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Krisna mengingatkan bahwa penyelenggaraan SEA Games perlu menempatkan kepentingan atlet sebagai salah satu pertimbangan utama. Menurutnya, perubahan program pertandingan tidak seharusnya hanya dilihat dari perspektif tuan rumah maupun persaingan perolehan medali.

“Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *