Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
Berita

Plt Presma UNM Desak Klarifikasi Sosok Beralmamater UNM di Bundaran HI

53
×

Plt Presma UNM Desak Klarifikasi Sosok Beralmamater UNM di Bundaran HI

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id, JAKARTA – Kemunculan sosok yang mengenakan almamater Universitas Nusa Mandiri (UNM) dalam aksi deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026, menjadi perhatian. Status akademik orang tersebut kini menjadi pertanyaan dan perlu diklarifikasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri, Moh Zulfikli, meminta orang yang bersangkutan memberikan penjelasan secara terbuka untuk memastikan identitas serta statusnya sebagai mahasiswa UNM.

Menurut Moh Zulfikli, penggunaan almamater perguruan tinggi berkaitan dengan identitas institusi sehingga perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Klarifikasi diperlukan agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai keterlibatan mahasiswa maupun institusi kampus dalam kegiatan tersebut.

“Kami meminta kepada orang yang mengenakan almamater Universitas Nusa Mandiri dalam aksi deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 agar segera memberikan klarifikasi. Penggunaan atribut kampus harus dapat dipertanggungjawabkan, terlebih apabila yang bersangkutan bukan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri,” ujarnya

Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu diperjelas berdasarkan fakta. Menurutnya, kepastian mengenai status orang yang mengenakan almamater UNM penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang berpotensi mengaitkan kampus dengan aktivitas pihak yang belum diketahui hubungan akademiknya.

“Kami ingin persoalan ini menjadi terang. Apabila benar yang bersangkutan bukan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri, kami meminta agar ia menjelaskan alasan menggunakan almamater tersebut sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap mahasiswa maupun institusi kampus,” lanjutnya.

Moh Zulfikli mengimbau orang tersebut untuk menghubungi atau menghadap pihak kampus guna memberikan klarifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memastikan latar belakang penggunaan atribut Universitas Nusa Mandiri dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan identitas maupun status akademik orang yang bersangkutan sebelum terdapat konfirmasi resmi.

“Kami mengimbau yang bersangkutan untuk segera menghadap atau menghubungi pihak kampus guna memberikan klarifikasi. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara baik, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih luas,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, identitas dan status akademik orang yang mengenakan almamater Universitas Nusa Mandiri tersebut belum terkonfirmasi secara resmi. Klarifikasi dari yang bersangkutan maupun pihak kampus diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *