Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
banner 728x250
BeritaOlahraga

Voli Pantai Tak Masuk SEA Games 2027, PBVSI Soroti Kesinambungan Pembinaan

15
×

Voli Pantai Tak Masuk SEA Games 2027, PBVSI Soroti Kesinambungan Pembinaan

Sebarkan artikel ini

Suarapemuda.id, JAKARTA – Keberhasilan voli pantai Indonesia meraih medali perak pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026 belum diikuti kepastian kesempatan bertanding di SEA Games berikutnya. Cabang olahraga yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia di Asia Tenggara tersebut tidak tercantum dalam daftar pertandingan SEA Games Malaysia 2027.

Keputusan ini menjadi perhatian karena Indonesia memiliki catatan prestasi yang cukup kuat. Pada SEA Games Thailand 2025, tim putra Indonesia berhasil merebut medali emas. Setahun kemudian, pasangan Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi kembali menunjukkan daya saing dengan menembus final Asian Games 2026 dan membawa pulang medali perak.

Namun, peluang untuk mempertahankan prestasi di tingkat Asia Tenggara tidak tersedia pada edisi 2027. Komite Eksekutif Southeast Asian Games Federation (SEAGF), melalui rapat pada 30 Oktober 2026, mengesahkan 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan. Voli pantai tidak termasuk dalam daftar final tersebut.

SEA Games Malaysia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18–29 September 2027 di empat klaster, yaitu Kuala Lumpur, Sarawak, Pulau Pinang, dan Johor.

Tidak masuknya voli pantai dalam agenda pertandingan berarti Indonesia tidak dapat mempertahankan gelar emas nomor putra yang diraih pada edisi sebelumnya. Kondisi ini juga menimbulkan perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan atlet, terutama dalam menjaga pengalaman bertanding dan kesiapan menghadapi kompetisi internasional.

Kepala Seksi Bola Voli Pantai Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Slamet Mulyanto, menyayangkan keputusan tersebut. Ia menilai prestasi yang telah diraih seharusnya menjadi pertimbangan untuk memberikan kesempatan bagi voli pantai tetap dipertandingkan.

“Bola voli pantai Indonesia berprestasi agar diberi ruang untuk dipertahankan dan ditingkatkan,” demikian pesan Slamet, Selasa (3/11/2026).

Voli pantai merupakan cabang olahraga Olimpiade sejak Atlanta 1996. Cabang ini menuntut kemampuan teknik, kekuatan fisik, koordinasi, komunikasi antarpemain, serta pengambilan keputusan yang cepat dalam situasi pertandingan.

Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia telah membangun tradisi prestasi melalui sejumlah pencapaian. Emas SEA Games 2025 menjadi bukti kemampuan tim putra bersaing dengan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Sementara itu, pencapaian Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi di Asian Games 2026 memperlihatkan bahwa voli pantai Indonesia masih mampu bersaing di tingkat kontinental. Dalam pertandingan final, pasangan Indonesia sempat mengamankan set pertama dengan skor 21–19 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Qatar, Cherif Younousse dan Ahmed Tijan.

Dua pencapaian tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan kompetisi dalam mendukung perkembangan atlet. Ajang regional seperti SEA Games dapat menjadi sarana untuk mengukur hasil latihan, mengevaluasi strategi, dan menjaga konsistensi performa sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Dengan absennya voli pantai pada SEA Games 2027, federasi dan tim pembinaan perlu menyesuaikan agenda kompetisi agar atlet tetap memperoleh kesempatan bertanding. Kejuaraan nasional maupun internasional lainnya dapat menjadi alternatif untuk menjaga perkembangan kemampuan dan pengalaman atlet.

Di sisi lain, keputusan tidak memasukkan voli pantai dalam daftar pertandingan juga memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan penetapan cabang olahraga pada SEA Games 2027. Statusnya sebagai cabang Olimpiade dan rekam prestasi Indonesia di kawasan menjadi alasan penting bagi pemangku kepentingan untuk terus memperhatikan keberlanjutan pembinaannya.

Bagi Indonesia, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga capaian medali, melainkan memastikan bahwa atlet memiliki jalur kompetisi yang memadai untuk terus berkembang. Prestasi di SEA Games dan Asian Games perlu menjadi fondasi bagi pencapaian yang lebih tinggi, termasuk di kejuaraan dunia dan Olimpiade.

Absennya voli pantai dari SEA Games 2027 menjadi pengingat bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di arena pertandingan, tetapi juga oleh tersedianya kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *